Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi dan Prosa

Rindu Kematian

Ajal mendongakkan kepalanya, "Kau tahu, aku bisa saja menjemputmu sekarang," ujarnya, "tapi Tuhan belum merestui.." Aku terisak perlahan, "Bertahun-tahun ini," seraya menghela napas panjang, "aku selalu menanti hadirmu."

Puisiku pada Deburan Jantung

: darah, merah dan debu                    Pergi!!!     Jangan lagi mendekat Takkan lagi kubiarkan                      Aku lelah, takkuasa lagi                         Pergilah  Biarkan aku damai                                    tertidur di sini    di antara rangis   dan regukan ketiadaan                sambut kelabuku    meski, aku takdapat           memaksamu   terima kasih dan maaf...                   ...

Lelaki Berwajah Manis

Di sana, lelaki berwajah manis terdiam,                       teduh wajahnya               dapat kautemukan telaga biru         di dalam matanya                            di lain waktu, "Ayo berlari bersamaku..!"                   riang, tanpa beban                                  Lelaki berwajah manis yang mencuri perhatianku,              ...

Sakit!

"Jatuh cinta itu menyakitkan!" kataku berulang-ulang tapi kamu hanya mengulurkan tanganmu yang hangat sembari berkata, "Kita bisa melewati ini semua, bersama." "Kamu hanya butuh percaya, bahwa kita bisa, dan kita pantas." Aku terdiam, taksanggup berkata Mungkin aku memang harus lebih percaya padamu Mungkin Tuhan ingin membuatku percaya, cinta itu ada, lewat senyumnya yang membuatku merasa, dialah rumah untuk hatiku bersauh Jatinangor, 15 Juni 2013