Halo, Kay ! Aku kangen kamu. Seperti malam yang kehilangan sinar rembulannya, Seperti rerumputan yang merindu tetesan air hujan saat kemaraunya, Seperti aku yang kangen kamu. Halo, Kay ! Kalau kamu baca surat ini, beri tahu aku dimana rimbamu, ya? Aku kehilangan jejakmu, sewindu lalu.
: darah, merah dan debu Pergi!!! Jangan lagi mendekat Takkan lagi kubiarkan Aku lelah, takkuasa lagi Pergilah Biarkan aku damai tertidur di sini di antara rangis dan regukan ketiadaan sambut kelabuku meski, aku takdapat memaksamu terima kasih dan maaf... ...
Terbangun dan merasa sendiri. Pagi yang membekukan, angin pun terlampau keras, menampar pipinya yang kemerahan. "Aku melayang tinggi di angkasa dan terhempas, keras. Hancur..!" Perasaan ini . "Mungkin sebaiknya aku mundur perlahan dan melihatmu bersama dia. Dia yang serasi untukmu." Dan memilih untuk mematahkan hatinya..
Malam itu, dia tersadar bahwa dia hidup dalam kesendirian. Langit malam begitu cerah, dapat kau lihat gemintang gemerlap di atas sana... "Tapi apa? Aku tidak bisa menemukan kehangatan di dalam jemariku sendiri." Dan dia, berada begitu jauh, takdapat kau gapai. "Bukan hanya sekedar jarak yang memisahkan kita..." ujarnya lemah.
Di sana, lelaki berwajah manis terdiam, teduh wajahnya dapat kautemukan telaga biru di dalam matanya di lain waktu, "Ayo berlari bersamaku..!" riang, tanpa beban Lelaki berwajah manis yang mencuri perhatianku, ...